• TABEL PERHITUNGAN IMBALAN JASA ARSITEK

    Biaya Bangunan sampai

    Kategori Bangunan

    Khusus

    Sosial

    1

    2

    3

    Kurang Rp

    200 juta

    Mengikuti Ketentuan dari Pemerintah yang berlaku

    < 2,50%

    6,50%

    7,00%

    8,00%

    Rp

    200 juta

    2,50%

    6,50%

    7,00%

    8,00%

    Rp

    2 milyar

    2,50%

    5,51%

    5,90%

    6,48%

    Rp

    4 milyar

    4,78%

    5,13%

    5,60%

    Rp

    20 milyar

    4,20%

    4,52%

    4,92%

    Rp

    40 milyar

    3,71%

    4,01%

    4,38%

    Rp

    60 milyar

    3,29%

    3,58%

    3,92%

    Rp

    80 milyar

    2,92%

    3,20%

    3,52%

    Rp

    100 milyar

    2,60%

    2,88%

    3,18%

    Rp

    120 milyar

    2,32%

    2,59%

    2,88%

    Rp

    140 milyar

    2,07%

    2,34%

    2,62%

    Rp

    160 milyar

    1,86%

    2,12%

    2,39%

    Rp

    180 milyar

    1,67%

    1,98%

    2,20%

    Rp

    200 milyar

    1,51%

    1,76%

    2,03%

    Rp

    220 milyar

    1,37%

    1,62%

    1,88%

    Rp

    240 milyar

    1,25%

    1,51%

    1,76%

    Rp

    260 milyar

    1,16%

    1,41%

    1,67%

    Rp

    280 milyar

    1,09%

    1,34%

    1,59%

    Rp

    300 milyar

    1,04%

    1,29%

    1,54%

    Rp

    500 milyar

    1,00%

    1,25%

    1,50%

    Lebih Rp

    500 milyar

    1,00%

    1,25%

    1,50%


    Catatan:
    Jika biaya bangunan terletak antara dua jumlah biaya yang tercantum dalam kolom pertama tabel tersebut di atas, maka persentase imbalan jasa dengan/dapat mengikuti kurva Lampiran 2.B.

    KATEGORI BANGUNAN

    (1) Bangunan Khusus

    Bangunan-bangunan yang dimiliki, digunakan, dan dibiayai oleh Pemerintah sesuai tercantum dalam Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara.


    (2) Bangunan Sosial


    Memiliki sosial yang tidak bersifat komersial (nonkomersial):

    a. Masjid, gereja dan tempat peribadatan lainnya, rumah penampungan yatim piatu, bangunan pelayanan masyarakat dengan luas bangunan maksimum 250 m2.

    b. Bangunan rumah tinggal atau hunian dengan luas maksimum 36 m2.


    (3) Bangunan Kategori 1


    Memiliki karakter sederhana, kompleksitas, dan tingkat kesulitan yang rendah:

    a. Tipe Hunian: asrama, hostel

    b. Tipe Industri: bengkel, gudang

    c. Tipe Komersial: bangunan-bangunan tidak bertingkat, tempat parkir


    (4) Bangunan Kategori 2

    Memiliki karakter, kompleksitas, dan tingkat kesulitan rata-rata

    a. Tipe Hunian: apartemen, kondominium, kompleks perumahan

    b. Tipe Industri: gardu pembangkit listrik, gudang pendingin, pabrik

    c. Tipe Komersial: bangunan parkir bertingkat, kafetaria, restoran, kantor, perkantoran, rukan, ruko, toko, pusat perbelanjaan, pasar, hanggar, stasiun, terminal, superblok/fungsi campuran

    d. Tipe Komunitas: auditorium, bioskop, ruang pameran, ruang konferensi, ruang serbaguna, ruang pertemuan, perpustakaan, penjara, kantor pelayanan umum

    e. Tipe Pelayanan Medis: klinik spesialis, klinik umum, rumah jompo

    f. Tipe Pendidikan: sekolah, tempat perawatan

    g. Tipe Rekreasi: gedung olahraga, gimnasium, kolam renang, stadion, taman umum


    (5) Bangunan Kategori 3

    Memiliki karakter khusus, kompleksitas, dan tingkat kesulitan tinggi:

    a. Tipe Hunian: rumah tinggal privat

    b. Tipe Komersial: bandara, hotel

    c. Tipe Komunitas: galeri, ruang konser, museum, monumen, istana

    d. Tipe Pelayanan Medis: rumah sakit, sanatorium

    e. Tipe Pendidikan: laboratorium, kampus, pusat penelitian / riset

    f. Tipe Peribadatan: gereja, klenteng, masjid, dan lain-lain dengan luas lebih dari 250 m2

    g. Tipe Lain: kantor kedutaan, kantor lembaga tinggi negara, pemugaran, renovasi, bangunan dengan dekorasi khusus